- oleh Puskesmas_Sentolo_II
- 17 Juli 2026 08:58:40
- 14 views
Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga UPT Puskesmas Sentolo II dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Hasil Penilaian Mandiri Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk periode Triwulan I dan Triwulan II Tahun Anggaran 2026. Laporan ini disusun sebagai bentuk akuntabilitas, transparansi, serta komitmen berkelanjutan kami dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sentolo II.
Pengukuran IKM ini mengacu pada regulasi nasional mengenai pedoman penyusunan survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Penilaian dilakukan secara mandiri (self-assessment) dengan melibatkan responden dari pengguna layanan langsung di lapangan. Hasil yang diperoleh dari penilaian triwulanan ini menjadi tolok ukur yang sangat penting bagi manajemen puskesmas dalam memetakan performa pelayanan, mengidentifikasi kelemahan yang perlu diintervensi, serta mempertahankan aspek pelayanan yang telah dinilai baik oleh masyarakat.
Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat selaku responden yang telah memberikan umpan balik secara objektif. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh jajaran staf dan tenaga kesehatan UPT Puskesmas Sentolo II yang senantiasa bekerja keras menjaga standar kualitas pelayanan. Semoga laporan analisis ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dasar yang berkesinambungan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Penilaian Mandiri Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada UPT Puskesmas Sentolo II untuk Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2026 mencakup survei berbasis 9 indikator utama (sesuai standar minimal pelayanan publik) serta 11 indikator komprehensif (untuk pendalaman kualitas pelayanan spesifik). Ringkasan data hasil penilaian mandiri menunjukkan variasi hasil yang sangat menarik untuk dianalisis:
-
Dinamika Partisipasi Responden:
-
Pada Triwulan I, jumlah responden yang berpartisipasi aktif dalam survei mandiri tercatat sebanyak 190 orang.
-
Pada Triwulan II, jumlah tersebut mengalami sedikit penurunan menjadi 185 orang (berkurang 5 responden atau sekitar 2,6%).
-
Fluktuasi partisipasi ini dipengaruhi secara wajar oleh variasi tingkat kunjungan harian pasien rawat jalan dan tingkat kesediaan pasien atau keluarga untuk mengisi kuesioner pada saat survei dilakukan.
-
-
Analisis IKM Berbasis 9 Indikator:
-
Nilai IKM 9 indikator (meliputi persyaratan, prosedur, waktu pelayanan, biaya/tarif, produk jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, sarana prasarana) menunjukkan tren peningkatan yang positif.
-
Nilai tercatat meningkat dari 84,56 pada Triwulan I menjadi 85,06 pada Triwulan II (kenaikan sebesar 0,50 poin).
-
Kenaikan ini mengindikasikan bahwa perbaikan dimensi fundamental (seperti efisiensi alur antrean, keramahan petugas loket, dan kejelasan administrasi) yang dievaluasi pada triwulan pertama telah memberikan dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat pada triwulan berikutnya.
-
-
Analisis IKM Berbasis 11 Indikator:
-
Berbeda dengan 9 indikator utama, nilai IKM 11 indikator (yang mencakup aspek perluasan seperti kenyamanan fisik ruang tunggu, fasilitas ramah disabilitas, dan keandalan sistem digital) menunjukkan sedikit penurunan.
-
Nilai bergerak turun dari 84,67 pada Triwulan I menjadi 84,26 pada Triwulan II (penurunan sebesar 0,41 poin).
-
Penurunan tipis ini menunjukkan adanya hambatan kecil pada indikator penunjang kenyamanan, seperti suhu ruang tunggu akibat peningkatan cuaca panas eksternal, kapasitas parkir pada jam-jam sibuk, atau kendala jaringan pada sistem antrean digital (e-antrean).
-
-
Rekomendasi Rencana Tindak Lanjut (RTL):
-
Pemeliharaan Sistem Digital: Melakukan pemeliharaan rutin (maintenance) terhadap perangkat penunjang antrean elektronik guna meminimalisasi waktu tunggu tidak terduga.
-
Peningkatan Fasilitas Fisik: Mengoptimalkan kenyamanan fisik ruang tunggu dengan penambahan sirkulasi udara (penyejuk udara/AC) serta penataan kursi tunggu pada ruang pelayanan prioritas (lansia, ibu menyusui, dan disabilitas).
-
Pembinaan SDM Berkala: Melaksanakan pembinaan internal berkala (refreshment service excellence) bagi para petugas di garda terdepan (frontliner) untuk mempertahankan konsistensi perilaku ramah dan komunikatif
-
